← Kembali ke materi
SIRKULASI

Heat Exhaustion (Kelelahan Akibat Panas)

Banner ilustrasi Heat Exhaustion

Heat Exhaustion adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat paparan panas atau aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi Heat Stroke yang jauh lebih berbahaya.

Penyebab

Heat Exhaustion umumnya terjadi karena tubuh terlalu lama berada di lingkungan panas atau melakukan aktivitas berat tanpa istirahat dan asupan cairan yang cukup.

Tanda dan gejala

Pertolongan pertama

  1. Pindahkan korban ke tempat yang teduh dan sejuk.
  2. Longgarkan pakaian yang terlalu ketat.
  3. Bantu korban beristirahat dengan posisi nyaman.
  4. Berikan air putih sedikit demi sedikit apabila korban sadar penuh dan tidak muntah.
  5. Dinginkan tubuh menggunakan handuk basah atau kipas angin.
  6. Pantau kondisi korban hingga merasa lebih baik.

Yang tidak boleh dilakukan

Kapan harus segera meminta bantuan?

Segera hubungi guru, petugas UKS, atau layanan darurat apabila:

Ingat

Heat Exhaustion berbeda dengan Heat Stroke. Heat Exhaustion masih dapat ditangani dengan pendinginan dan istirahat, sedangkan Heat Stroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Heat and Health.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Heat Stress.
  • American Red Cross. First Aid Manual.
  • Mayo Clinic. Heat Exhaustion.
  • Palang Merah Indonesia. Buku Pertolongan Pertama.