GANGGUAN PERNAPASAN / 02
Sesak Napas: Apa yang Harus Dilakukan?
Sesak napas adalah kondisi ketika seseorang merasa sulit bernapas atau tidak mendapatkan udara yang cukup. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan merupakan keadaan darurat apabila korban mengalami kesulitan bernapas berat. Penolong harus tetap tenang, menjaga keselamatan, dan segera meminta bantuan.
Penyebab sesak napas
- Serangan asma.
- Alergi berat (anafilaksis).
- Tersedak benda asing.
- Infeksi saluran pernapasan.
- Serangan panik atau kecemasan.
- Cedera pada dada.
- Penyakit jantung atau paru-paru.
Tanda dan gejala
- Napas cepat atau pendek-pendek.
- Korban tampak kesulitan berbicara.
- Dada terasa berat atau nyeri.
- Bibir atau ujung jari membiru.
- Korban tampak gelisah atau panik.
- Menggunakan otot leher dan bahu saat bernapas.
Pertolongan pertama
- Tetap tenang dan yakinkan korban agar tidak panik.
- Bantu korban duduk dalam posisi yang nyaman, biasanya sedikit condong ke depan agar lebih mudah bernapas.
- Longgarkan pakaian yang ketat di sekitar leher atau dada.
- Pastikan lingkungan memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Bila korban memiliki inhaler asma miliknya sendiri, bantu korban menggunakannya sesuai petunjuk.
- Pantau kesadaran dan frekuensi napas hingga bantuan datang.
Ingat!
Jangan memberikan obat atau inhaler milik orang lain. Gunakan hanya obat yang memang dimiliki korban dan sudah diresepkan tenaga kesehatan.
Yang tidak boleh dilakukan
- Jangan memaksa korban berbaring bila masih sadar.
- Jangan membuat korban berjalan atau berlari.
- Jangan memberi makanan atau minuman saat korban sangat sesak.
- Jangan meninggalkan korban sendirian.
- Jangan menunda meminta bantuan bila kondisi memburuk.
Kapan harus menghubungi layanan darurat?
Segera hubungi 119, 112, atau layanan darurat setempat apabila:
- Korban sulit berbicara karena sesak.
- Sesak napas semakin berat.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
- Korban kehilangan kesadaran.
- Diduga tersedak tetapi benda tidak dapat keluar.
- Sesak terjadi setelah cedera atau reaksi alergi berat.
Peran anggota PMR
- Menjaga korban tetap tenang.
- Membantu korban mengambil posisi yang nyaman.
- Mengamati frekuensi napas dan kesadaran.
- Melaporkan kondisi kepada guru, petugas UKS, atau tenaga kesehatan.
- Menghubungi bantuan bila keadaan darurat.
Referensi
- Palang Merah Indonesia (PMI) – Materi Pertolongan Pertama.
- American Red Cross – First Aid for Breathing Emergencies.
- World Health Organization (WHO).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.