← Kembali ke materi
DASAR PERTOLONGAN PERTAMA / 02

Apa Itu Secondary Survey?

Ilustrasi anggota PMR melakukan pemeriksaan lanjutan pada korban

Secondary Survey adalah pemeriksaan lanjutan yang dilakukan setelah Primary Survey selesai dan tidak ditemukan ancaman yang langsung mengancam nyawa korban. Tujuannya adalah menemukan cedera atau keluhan lain yang mungkin belum terlihat saat pemeriksaan awal.

Kapan Secondary Survey dilakukan?

Pemeriksaan ini dilakukan apabila:

Ingat!

Secondary Survey tidak boleh menggantikan Primary Survey. Ancaman terhadap jalan napas, pernapasan, dan perdarahan berat harus ditangani terlebih dahulu.

Langkah-langkah Secondary Survey

  1. Wawancara singkat korban. Tanyakan apa yang dirasakan, lokasi nyeri, bagaimana kejadian terjadi, dan riwayat penyakit bila memungkinkan.
  2. Pemeriksaan dari kepala hingga kaki (Head to Toe). Periksa kepala, wajah, leher, dada, perut, panggul, lengan, tungkai, hingga telapak kaki untuk mencari luka, memar, bengkak, atau kelainan.
  3. Periksa tanda vital. Amati kesadaran, nadi, frekuensi napas, suhu tubuh, dan bila tersedia saturasi oksigen.
  4. Catat semua temuan. Informasi ini akan membantu guru, petugas UKS, atau tenaga kesehatan saat melanjutkan penanganan.

Metode SAMPLE

Dalam Secondary Survey, penolong sering menggunakan metode SAMPLE untuk memperoleh informasi penting dari korban.

Hal yang harus diperhatikan

Kapan harus segera meminta bantuan?

Hentikan pemeriksaan lanjutan dan segera hubungi guru, petugas UKS, atau layanan darurat apabila korban mengalami:

Referensi

  • Palang Merah Indonesia (PMI) – Materi Pertolongan Pertama.
  • IFRC First Aid Guidelines.
  • American Red Cross – First Aid Manual.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
← Semua materi Artikel berikutnya →